Tekanan yang Pernah Dihadapi Heri Susanto dan Begini Impiannya Bersama Persis Solo

unnamed 14

Dalam sepak bola, seorang pemain dapat dengan cepat bangkit dengan pujian. Gol kemenangan bisa membuat tribun berteriak memuji namanya. 

Sentuhan yang bagus, permainan yang luar biasa, dapat menghasilkan paduan suara khusus yang dibuat untuknya. Namun perlu diingat juga, dalam sepak bola, satu kesalahan bisa mengubah sebuah hukuman telak, yang menenggelamkan hingga ke dasar.

 

Pujian pada Heri Susanto

Faktanya, tidak jarang setiap orang melupakan nama panggilan dan kontribusi mereka sebelumnya. Sesuatu yang tampaknya tidak adil, tetapi fakta dalam sepak bola adalah apa adanya. 

Kejadian ini juga menimpa Heri Susanto, sekitar 5.200 suporter Persija Jakarta di stadion Patriot Chandrabhaga berkat gol kemenangan yang tercipta. Apalagi, satu-satunya gol Persija Jakarta melawan Barito Putera menjadi jawaban atas kemenangan yang ditunggu-tunggu.

 

Tekanan yang Pernah Dihadapi Heri Susanto Selama Karirnya

Sayangnya, segalanya berubah bagi pemain kelahiran Magelang akhir pekan ini. Bertanggung jawab untuk menggantikan Marko Simic di akhir serangan, setidaknya dua kesalahan dibuat. 

Berhadapan dengan kiper Borneo FC, tendangannya jauh dari gawang juga pada kesempatan berikutnya.

Lebih disayangkan lagi bagi Hersus (panggilan Heri Susanto) karena di laga yang menjadi gol kemenangan tandang pertama, Macan Kemayoran malah tumbang dengan kekalahan 0-1 dari tuan rumah, yang sebelumnya seolah tidak berarti.

Gol kemenangan beberapa hari sebelumnya tampak tidak signifikan. Semua orang lupa bahwa setiap kali Heri Susanto mencetak gol, Persija pasti menang. 

Semua orang segera menoleh ke cacimaki. Barisan massa Jakmania dipenuhi dengan kritikan untuk pemain berusia 24 tahun itu, dengan kata-kata yang mirip dengan penghinaan. 

Akhirnya, akun media sosial pribadinya hilang. Entah itu diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau sengaja dinonaktifkan untuk sementara menghindari tekanan.

Tapi itulah sepak bola dengan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Yang tidak kuat menghadapinya pasti akan tersingkir, sedangkan yang berhasil mengatasi keadaan pasti akan menjadi pemain yang lebih baik. Di klub sebesar Persija Jakarta, Hersus yang lebih tua dari teman-temannya pun pasti pernah mengalami hal yang sama.

Suporter yang banyak tentunya akan memberikan dukungan yang besar pula. Begitu juga tekanannya tentu akan lebih besar. Novri Setiawan, Andritany Ardhiyasa, Ramdani Lestaluhu, Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas mempertanyakan kualitas mereka tidak seperti yang diharapkan. 

Yang bisa mereka lakukan hanyalah memberikan bukti bahwa mereka akan terus seperti sekarang ini.

 

Impian Heri Susanto di Persis Solo 

Heri Susanto resmi diperkenalkan Persis Solo sebagai pemain baru pada Selasa (1/6/2021). Bahkan pemain yang akrab disapa Hersus ini memiliki mimpi besar dengan tim barunya. 

Heri Susanto berangkat ke Persis Solo setelah dibebaskan oleh Persija Jakarta. Dia bergabung dengan klub anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, bersama Macan Kemayoran lainnya, Sandi Sute. 

Dengan pengalaman dua tahun membela Persija Jakarta, penyerang berusia 26 tahun itu ingin membantu Persis Solo meraih hasil di Liga 2. Tujuan utamanya adalah membawa tim kebanggaan Pasoepati ke Liga 1.

Hersus mengaku akan bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan rekan-rekan barunya sesegera mungkin sebelum tampil di Liga 2 yang akan dimulai pada Juli 2021. Hersus akan tetap mengenakan nomor punggung 94 di Persis Solo yang ia kenakan juga saat masih membela Persija Jakarta.